Rabu, 02 Mei 2012

Pengetahuan " Emosi "


Emosi adalah gejala kejiwaan yang ada didalam diri sesorang, emosi biasanya berhubungan dengan perasaan. Seorang yang mempunyai perasaan pasti dapat merasakan sesuatu, baik perasaan jasmaniah maupun perasaan rohaniah.
 Perasaan rohaniah didalamnya ada perasaan intelektual, perasaan estetis, perasaan etis dan perasaan harga diri.
Dalam kehidupan sehari-hari seorang yang tergugah perasaannya berarti tergugah perasaan emosinya. Orang yang emosional adalah orang yang cepat tergugah perasaanya. Misalnya: apabila seseorang mendengar atau melihat saudaranya yang seiman dan seagama menderita atau meninggal dunia, maka akan menimbulkan rasa prihatin untuk membantu atau meringankan bebannya.
Dalam kehidupan sosial keagamaan, perasaan seiman dan seagama akan mengikat perasaan seseorang sebagai orang yang beragama. Karena menyadari akan suatu kewajiban yang dibebankan di pundaknya oleh hukum agama, maka dengan kesadaran ia meyakini, memahami dan menghayati ajaran agamanya itu.
Emosi merupakan peranan yang penting dalam pembentukan pribadi sesorang, itulah sebabnya pendekatan emosional yang berdasarkan pada emosi atau perasaan dijadikan sebagai salah satu pendekatan dalam pendidikan dan pengajaran, terutama untuk pendidikan agama islam. Pendekatan emosional yang dimaksud disini adalah suatu usaha untuk menggugah perasaan atau emosi siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati ajaran agamanya. Dengan pendekatan ini diusahakan selalu mengembangkan perasaan keagamaan siswa agar bertambah kuat keyakinanya akan kebesaran Allah SWT. Dan kebenaran ajaran a g amanya.

Dalam kehidupan banyak sekali permasalahan, dalam berita-berita banyak dikabarkan orang masuk bui hanya karena tidak dapat menahan emosi. Pemukulan, adu fisik dan bahkan pembunuhan. Alangkah sayangnnya permasalah itu timbul hanya karena masalah sepele dan emosi yang meluap-luap. Beberapa kejadian buruk diakibatkan karena emosi, sungguhnya emosi sendiri itu apa? banyak pakar psikologi yang meguraikan emosi itu seperti apa, yaitu :
Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.
Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu.[1] Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian.[2] Emosi dapat ditunjukkan kerika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.[1].
Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'.[3] Kebanyakan ahli yakin bahwa emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati.[3] Sebagai contoh, bila seseorang bersikap kasar, manusia akan merasa marah.[3] Perasaan intens kemarahan tersebut mungkin datang dan pergi dengan cukup cepat tetapi ketika sedang dalam suasana hati yang buruk, seseorang dapat merasa tidak enak untuk beberapa jam.[3]
Buat Temanku…
Tidak ada pertemuan yang tak terpisahkan… bisa bersamamu selama ini adalah sebuah anugerah yang terindah karena bersamamu kita telah mengukir kesan yang indah tiada tara yang tak akan lupa hingga akhir masa.

Buat Sahabat…
Dirimu adalah yang istimewa disini dihati ini dimana kita bisa saling berbagi bersama tentang suka dan duka, terima kasih atas nasehatmu, terima kasih atas perhatianmu, maafkan atas kekhilafanku… aku akan selalu mengenangmu sepanjang waktu.

Buat Kekasihku…
Dirimu adalah segalanya bagiku, inspirasi atas segala inovasiku, nafas dalam kehidupanku, semangat dalam lemahku, gairah dalam kelesuanku.
Kasihku padamu seperti kasihmu padaku yang tak akan pudar dimakan waktu, meski senja tlah berlalu tunggu aku diujung jalan itu…
tempat dimana kita pernah bersatu…

Puisi perpisahan untuk Sahabat:

Sahabat, menyesali itu sama dengan putus asa.
Tapi tidak, jika sahabat mengoreksi diri
Karena akan selalu ada cinta dan persahabatan
Sahabat, buatlah sesuatu hal menjadi berharga
Ingatlah sahabat, kita masih memiliki banyak PR di depan mata kita
Pergunakanlah setiap detik menjadi penuh makna
Renungkanlah sahabat…
Ini bukan sekedar renungan cinta dan persahabatan
Sahabat, jangan lupakan kewajiban kita
Membalas tetesan air mata sang Bunda dan peluh keringat Ayahan

Sahabat, Yakinlah dengan-Nya
Berpegang teguhlah pada kebesaran Tuhan
Karena Dialah yang maha kuasa dan maha segalanya
Keyakinan kepada Tuhan adalah sumber kekuatan yang paling besar dalam hidup
Percayalah pada diri sendiri dan kemampuan sendiri
Karena sebutir kepercayaan diri lebih besar nilainya daripada sekantung bakat yang tertidur
Keyakin


KATA-KATA PERPISAHAN lainnya :

"Senandung hati ku tak pernah mengatakan ‘sayang’ untukmu. Itu karena aku begitu sulit untuk memahami dirimu. Bila kau tau disini aku selalu mengharap kau mengerti aku"

"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran "*Kahlil Gibran*

"Seseorang tidak melakukan hal yang benar di satu bagian kehidupannya sementara dia sibuk melakukan hal yang salah di bagian lain mana pun dari kehidupannya. Hidup adalah sebuah kesatuan yang tak terbagi-bagi" *Mahatma Gandhi*

"Bukannya hati ini tak sakit dan bukannya hati ini tak hancur, bukan pula hati ini tak perih, namun hanya kepasrahan yang mengiringi"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar