ARTI TEMAN
Ayah
Tedy ditugaskan bekerja di Kedutaan Indonesia di Beijing,karena itu Tedy dan
keluarga pindah ke Beijing,bulan lalu.Padahal,Bahasa Mandarin Tedy masih belum
lancar,walau telah mengikuti kursus tiga bulan sebelumnya.
Hal
ini membuat Tedy sulit bergaul,di sekolah barunya.Sebagian besar anak
sekolahnya tidak sabar mendengarkan omongan Tedy, yang sering sulit di
mengerti.Syukurlah,ada Ming-ming, teman sekelasnya yang kebetulan berasal dari
Indonesia juga.Ming-ming pindak ke Beijing dua tahun lalu,karena ayahnya
mengajar di Universitas Beijing.Ming-ming menguasai Bahasa indonesia dan Bahasa
Mandarin,dengan sangat baik. Ia pun sangat sabar mendengarkan perkataan Tedy,
dan mau mengajari serta mengoreksi setiap kali Tedy salah ucap.
Sejak
punya teman yang bisa Berbahasa Indonesia,Tedy lega sekali.Sepanjang waktu Tedy
mengajak Ming-ming mengobrol dalam Bahasa Indonesia, tentang kerinduanya
tarhadap teman-temanya di Indonesia,tentang bakso makanan faforitnya,sampai
ngobrol tentang Valentini Rossi,pembalap faforitnya.
Tapi
sejak beberapa hari lalu,Ming-ming mulai berubah.Kalau biasanya dia dengan setia mendengarkan cerita
Tedy,kini tiap istirahat makan siang Ming-ming selalu menghindar.Tentu saja
Tedy sedih sekali.Seperti hari ini,saat istirahat makan siang.Tedy melirik
Ming-ming yang sedang duduk bersama dua anak lokal,sambil sibuk
bercerita.Sesekali mereka tertawa.Rentetan kata-kata dalam Bahasa Mandarin
terdengar,Tedy hanya mengerti sepotong-potong,itu pun sedikit sekali.
"Kira-kira
tentang apa, ya?"Tedy bartanya-tanya dalam hati.Ingin sekali dia
bergabung."Gawat,aku lupa membawa bekal makan siang,"Keluh Tedy
kesal,seusai menggeledah isi tasnya.Rupanya,bekalnya tertinggal di rumah.Tedy
menggigit bibir.Ia belum sarapan,dan perutnya sangat lapar.Dirogohnya
sakunya,ada beberapa butir uang loga.Lalu,dilangkahkan kakinya menuju kantin
sekolah.Langkahnya terhenti,ketika tiba-tiba teringat sesuatu.
"Waduh,apa
Bahasa Mandarinya 'saya mau beli kue?"gumamnya malu bercampur panik.Ah,
rasanya dia ingin menangis saja!
"Perlu
bantuan Peng You?" tiba-tiba Ming-ming muncul dari belakangnya .Tedy kaget
sekali.
"Kamu
sudah tidak lagi marah padaku?"tanyanya.
"Sekali
ini saja ya,kita ngobrol pakai Bahasa Indonesia,"bukanya menjawab
Ming-ming malah berujar.
"Kamu
tau tidak,kenapa aku tak mau sering-sering bicara memakai Bahasa Indonesia
denganmu?"lanjut Ming-ming bertanya.Tedy menggeleng."Karena aku
tahu,kamu tidak akan mau bicara Dalam Bahasa Mandarin denganku lagi,begitu kamu
tahu aku bisa Bahasa Indonesia!"
"Terus
kenapa?"Tedy tak mengerti.
"Kalau
kamu tidak mau berlatih bicara dan mendengar,bagaimana kamu bisa memperbaiki
Bahasa Mandarinmu?"Tedy tertegun mendengar penjelasan Ming-ming.Benar
juga!Ayah pernah berujar padanya,Kalau ingin cepat pintar belajar bahasa
asing,kita harus rajin berbicara dalam bahasa tersebut.
"Maafkan
aku,ya,"gumam Tedy akhirnya.
Ming-ming
tersenyum,"Maafkan aku juga ya.Melihatmu sedih dan duduk sendirian seperti
tadi membuatku sadar,harusnya aku membicarakan hal ini dari awal."
"Mulai
sekarang,aku tidak akan berbicara dalam Bahasa Indonesia denganmu,sampai Bahasa
Mandarinku lancar!"tukas Tedy penuh semangat.
"Cen
de ma?"tanya Ming-ming dalam Bahasa Mandarin.
"Cen
de!"ujar Tedy mantap.
"Wo
yao mai mian bao,"ujar Ming-ming pada penjaga kantin.Beberapa saat
kemudian,ia kembali dengan sebungkus roti
isi.Tedy menyambutnya dengan senyum lebar.
"Xie-xie,
wo hen e"sahutnya.Ming-ming tersenyum jahil.
"Lain
kali,kamu harus beli roti sendiri.Pilih mana,belajar Bahasa Mandarin atau
kelaparan sepanjang istirahat,"godanya.
"Tentu,tapi
bagaimanapun berkat roti ini,sahabat baikku kembali"balas Tedy. tertawa
pun bersama.@
Oleh : Yenny Santana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar