Rabu, 02 Mei 2012

Cerpen " Arti Teman "


ARTI TEMAN
        Ayah Tedy ditugaskan bekerja di Kedutaan Indonesia di Beijing,karena itu Tedy dan keluarga pindah ke Beijing,bulan lalu.Padahal,Bahasa Mandarin Tedy masih belum lancar,walau telah mengikuti kursus tiga bulan sebelumnya.
        Hal ini membuat Tedy sulit bergaul,di sekolah barunya.Sebagian besar anak sekolahnya tidak sabar mendengarkan omongan Tedy, yang sering sulit di mengerti.Syukurlah,ada Ming-ming, teman sekelasnya yang kebetulan berasal dari Indonesia juga.Ming-ming pindak ke Beijing dua tahun lalu,karena ayahnya mengajar di Universitas Beijing.Ming-ming menguasai Bahasa indonesia dan Bahasa Mandarin,dengan sangat baik. Ia pun sangat sabar mendengarkan perkataan Tedy, dan mau mengajari serta mengoreksi setiap kali Tedy salah ucap.
        Sejak punya teman yang bisa Berbahasa Indonesia,Tedy lega sekali.Sepanjang waktu Tedy mengajak Ming-ming mengobrol dalam Bahasa Indonesia, tentang kerinduanya tarhadap teman-temanya di Indonesia,tentang bakso makanan faforitnya,sampai ngobrol tentang Valentini Rossi,pembalap faforitnya.
        Tapi sejak beberapa hari lalu,Ming-ming mulai berubah.Kalau biasanya  dia dengan setia mendengarkan cerita Tedy,kini tiap istirahat makan siang Ming-ming selalu menghindar.Tentu saja Tedy sedih sekali.Seperti hari ini,saat istirahat makan siang.Tedy melirik Ming-ming yang sedang duduk bersama dua anak lokal,sambil sibuk bercerita.Sesekali mereka tertawa.Rentetan kata-kata dalam Bahasa Mandarin terdengar,Tedy hanya mengerti sepotong-potong,itu pun sedikit sekali.
        "Kira-kira tentang apa, ya?"Tedy bartanya-tanya dalam hati.Ingin sekali dia bergabung."Gawat,aku lupa membawa bekal makan siang,"Keluh Tedy kesal,seusai menggeledah isi tasnya.Rupanya,bekalnya tertinggal di rumah.Tedy menggigit bibir.Ia belum sarapan,dan perutnya sangat lapar.Dirogohnya sakunya,ada beberapa butir uang loga.Lalu,dilangkahkan kakinya menuju kantin sekolah.Langkahnya terhenti,ketika tiba-tiba teringat sesuatu.
        "Waduh,apa Bahasa Mandarinya 'saya mau beli kue?"gumamnya malu bercampur panik.Ah, rasanya dia ingin menangis saja!
        "Perlu bantuan Peng You?" tiba-tiba Ming-ming muncul dari belakangnya .Tedy kaget sekali.
        "Kamu sudah tidak lagi marah padaku?"tanyanya.
        "Sekali ini saja ya,kita ngobrol pakai Bahasa Indonesia,"bukanya menjawab Ming-ming malah berujar.
        "Kamu tau tidak,kenapa aku tak mau sering-sering bicara memakai Bahasa Indonesia denganmu?"lanjut Ming-ming bertanya.Tedy menggeleng."Karena aku tahu,kamu tidak akan mau bicara Dalam Bahasa Mandarin denganku lagi,begitu kamu tahu aku bisa Bahasa Indonesia!"
        "Terus kenapa?"Tedy tak mengerti.
        "Kalau kamu tidak mau berlatih bicara dan mendengar,bagaimana kamu bisa memperbaiki Bahasa Mandarinmu?"Tedy tertegun mendengar penjelasan Ming-ming.Benar juga!Ayah pernah berujar padanya,Kalau ingin cepat pintar belajar bahasa asing,kita harus rajin berbicara dalam bahasa tersebut.
        "Maafkan aku,ya,"gumam Tedy akhirnya.
        Ming-ming tersenyum,"Maafkan aku juga ya.Melihatmu sedih dan duduk sendirian seperti tadi membuatku sadar,harusnya aku membicarakan hal ini dari awal."
        "Mulai sekarang,aku tidak akan berbicara dalam Bahasa Indonesia denganmu,sampai Bahasa Mandarinku lancar!"tukas Tedy penuh semangat.
        "Cen de ma?"tanya Ming-ming dalam Bahasa Mandarin.
        "Cen de!"ujar Tedy mantap.
        "Wo yao mai mian bao,"ujar Ming-ming pada penjaga kantin.Beberapa saat kemudian,ia kembali dengan sebungkus roti  isi.Tedy menyambutnya dengan senyum lebar.
        "Xie-xie, wo hen e"sahutnya.Ming-ming tersenyum jahil.
        "Lain kali,kamu harus beli roti sendiri.Pilih mana,belajar Bahasa Mandarin atau kelaparan sepanjang istirahat,"godanya.
        "Tentu,tapi bagaimanapun berkat roti ini,sahabat baikku kembali"balas Tedy. tertawa pun bersama.@
Oleh : Yenny Santana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar